Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2017

rasm al-qur'an

RASM AL-QUR’AN A.     PENDAHULUAN Kaum Muslimin memelihara Al-Qur’an melalui dua cara, yaitu hafalan dan tulisan, Keduanya berlangsung sejak masa hidup Rasullullah. Sedangkan pengimpunan dan penyempurnaan tulisan Al-Qur’an   dari lembaran-lembaran kulit, daun, dan tulang ke dalam satu naskah dilakukan oleh Khulafaur Rasyidin. Pada masa khalifah Utsman bin Affan, umat Islam telah tersebar ke berbagai penjuru dunia, sehingga pemeluk agama Islam bukan hanya orang-orang Arab saja. Pada saat itu muncul perdebatan tentang bacaan Al-Qur’an   yang masing-masing pihak mempunyai dialek yang berbeda. Dan sangat di sayangkan mereka merasa bahwa bacaan yang di gunakannya adalah yang terbaik. Untuk mengantisipasi kesalahan dan kerusakan serta untuk memudahkan membaca Al-Qur’an   bagi orang-orang awam, maka Utsman bin Affan membentuk panitia untuk menyusun penulisan dan memperbanyak naskah Al-Qur’an . Mukjizat Al-Qur’an   yang kita kenal abadi ...

ulumul quran

BAB II PEMBAHASAN A.     Nuzul Qur’an Pada Zaman Rasullah Saw 1.       Pengertian Nuzul Qur’an Pengertian nuzulul quran menurut bahasa kata nuzulul quran merupakan gabungan dari dua kata, yang dalam bahasa arab susunan semacam ini disebut dengan istilah tarkib idhofi dan dalam bahasa indonesia biasa diartikan dengan turunnya al-quran . Menurut Jumhur ulama’ : antara lain Ar-Rozi, Imam As-Suyuthi, Az-Zarkasyi, dll. Mengatakan arti nuzulul quran itu secara hakiki tidak cocok sebagai al-quran sebagai kalam allah yang berada pada dzat-nya, sebab dengan memakai ungkapan “diturunkan” menghendaki adanya materi kalimat atau lafal atau tulisan huruf yang ril yang harus diturunkan. Karena itu arti kalimat nuzulul quran itu harus dipakai makna majazi yaitu menetapkan atau memberitahukan atau menyampaikan al-quran, baik disampaikannya al-quran ke lauh mahfudh atau ke baitul izzah di langit dunia maupun kepada nabi muhammad SAW sendiri. [1] ...